Sunday, September 23, 2012

Pengertian Fitur Modem Adsl


Yang akan aku jadikan contoh di bawah adalah modem ADSL TP-LINK atau ZTE

1. Interface Setup (internet)
Fungsinya untuk menyetel modem ADSL dalam melakukan dialing ke provider sebagai contoh gambar di bawah ini providernya adalah telkomspeedy.

Keterangan:


- Virtual Circuit = sirkuit bayangan dimana modem akan membuat port atau slot rule index jalur sirkuit yang akan disinkronkan dengan DSLAM suatu provider, sebagai contoh untuk speedy adalah Virtual Circuit=PVC1, VPI=8, VCI=81 dan untuk IPTV (groovia) Virtual Circuit=PVC2, VPI=8, VCI=88

- ISP = Internet Service Provider. Fungsi ini adalah jenis konekivitas modem ke sever (BRAS) suatu provider. Sebagai contoh untuk Speedy memakai PPPoE (Point ti Point Protocol over Internet) dan Bridge, dimana PPPoE adalah proses dialing username dan pasword dilakukan oleh modem sehingga modem bisa befungsi sebagai gateway internet sedangkan bridge adalah proses dialing username dan password dilakukan oleh komputer atau router selain modem sehingga modem ini berfungsi sebagai bridge saja atau perantara saja.

- Username, Password = username dan password yang diberikan oleh provider dalam rangka autentifikasi server.

- Bridge Interface = fungsi ini dipakai apabila modem yang disetel PPPoE dibuat juga sebagai bridge untuk 
koneksitas user yang lain yang berbeda autentifikasi. Contoh: modem sudah terkoneksi dengan proses PPPoE namun user yang lain akan menumpang ke jaringan modem ini dengan melakukan dialup dari komputernya dengan username dan password yang berbeda, maka fungsi bridge interface akan bekerja sebagaimana mestinya.

- Default Route = aktifkan fungsi ini sebagai rute bawaan yang sudah sinkron dengan proses NAT, yaitu lokal ke publik.



2. Interface Setup (LAN)
Keterangan:

- IP Address = fungsi untuk memberikan IP address lokal (modem ini), contoh saya pakai 192.168.0.1 (kelas C) default-nya modem ini memakai 192.168.1.1

- DHCP = Dynamic Host Configuration Protocol, apabila fungsi ini enable maka pemberian IP ke client (komputer/router) akan dilakukan secara dinamis/otomatis sehingga komputer/router tidak perlu diisi IP address (hanya pilih obtain IP address automatically) dan apabila disetel disable maka sebaliknya.

- DNS Relay = bila dipilih auto, maka modem akan mencarikan DNS secara otomatis, dan bila diset manual maka isi dengan DNS yang baik, contoh DNS speedy: 203.130.193.74, 202.134.0.155 DNS google: 8.8.8.8, 8.8.4.4. DNS akan bekerja pada keadaan DHCP on atupun off.
3. Interface Setup (wireless)

Keterangan:

- Access Point = fungsi untuk on/off fasilitas wireless

- Channel = fungsi untuk titik siaran, sebagai contoh saya pakai channel 2 karena di tempat saya channel yang kosong channel 2 (pelajari network stumbler untuk mendeteksi channel yang tersebar di udara). Jika nggak mau repot pilih auto saja.

- Transmit Power = besaran untuk daya pancar wireless.

- 802.11 b/g = Sebuah standart yang digunakan dalam jaringan Wireless/jaringan Nirkabel dan di implementasikan di seluruh peralatan Wireless yang ada. 802.11 dikeluarkan oleh IEEE sebagai standart komunikasi untuk bertukar data di udara / nirkabel. Untuk option b berarti support untuk data 11Mbps, option g support sampai 54Mbps dan untuk option n support sampai 150Mbps.

- Broadcast SSID = untuk mengaktifkan on/off SSID (nama hotspot). Jika on maka SSID akan tertangkap oleh perangkat dan jika off maka SSID tidak akan tertangkap namun bisa secara manual saja.

- SSID = Sevice Set Identifier. Fungsi ini untuk memberi nama SSID/Hotspot, contoh KOPEG-DIVRE

- Authentification Type = Fungsi untuk jenis autentifikasi security/password. Terdapat WEP,WPA,WPA2,WPA-PSK dan campuran WPA. Sebagai contoh saya pakai WPA-PSK/WPA2-PSK merupakan gabungan dari angka dan huruf paling sedikit 8 karakter.

- Pre-Shared Key = fungsi untuk memasukkan jenis enkripsi password wileress/hotspot, contoh WEP: angka saja WPA: huruf saja dan WPA-PSK/WPA2-PSK adalah campuran angka dan huruf, semua enkripsi paling sedikit 8 karakter.

- Mac Filtering = untuk mengunci secara statik perankat mana saja yang diizinkan akses ke jaringan wireless/hotspot secara mac address. Bila belum menguasai pengetahuan ini lebih baik deactive saja fasilitas ini.

4. Advanced Setup (NAT)

Keterangan:

- Rule Index = Fungsi untuk menandakan aturan ke satu, ke dua dst

- Aplication =  Fungsi untuk membuat jenis NAT, misalnya HTTP_Server yaitu untuk membelokan tampilan berbasis web dengan port 80. Contoh yang lain seperti remote telnet ke port 22.

- Protocol = Fungsi untuk menentukan protokol yang akan dipakai, misalnya TCP untuk winbox dan UDP untuk webserver dan bila dipilih keduanya (all) lebih baik.

- Start Port Number = Memberikan port awal, misalnya 80 untuk http.

- End Port Number = Memberikan port akhir, misalnya 8291 untuk winbox.

- Local IP Adress = Memberikan alamat IP lokal yang akan diremote, misalnya 192.168.0.xxx, sehingga IP public yang dipanggil dari luar jaringan  akan diteruskan ke jaringan lokal, misalnya kamu memanggil IP public 118.96.xxx.xxx:8045di luar jaringan sedangkan port 8045 adalah port untuk CCTV maka IP public yang kita panggil akan dibelokan ke jaringan lokal yang dibuat (Local IP Address)

5. Advanced Setup (ACL)

Keterangan:
Access Control Listing (ACL) adalah fitur untuk proses perizinan koneksitas client, misalnya client yang beralamat IP dengan range 192.168.0.2 s/d 192.168.0.10 tidak diperkenankan membuka web interface modem yang beralamat 192.168.0.1.

6. Advanced Setup (DDNS)


Keterangan:
Fungsi dari DDNS yaitu untuk fasilitas remote akses tidak beda dengan NAT, hanya saja DDNS melakukan autentifikasi ke www.dyndns.com untuk dikonversi dari IP public ke domain yang diberi oleh provider tersebut.  DDNS sangat simple, cepat dan mudah untuk fasilitas remote akses dan sangat berguna apabila kamu mempunyai IP public yang tidak statis (berubah-ubah).

7. Advanced Setup (CWMP)


Keterangan:
CPE WAN Management Protocol (CWMP) adalah fasilitas untuk akses remote. Contoh pada provider sp**dy biasanya digunakan untuk fasilitas CPE controler sehingga diusahakan apabila terjadi trouble pada pelanggannya, maka tim CPE akan melakukan control sebisa mungkin agar keluhan bisa terdeteksi dan meminimalisir teknisi untuk datang ke lokasi.

8. STATUS



Keterangan:

Fitur status pada modem ADSL ini berfungsi sebagai monitoring konektivitas internet dan sekaligus sebagai alat ukur kualitas jaringan.
Pada gambar di atas terdapat keterangan bahwa IP address lokal (modem) yang dipakai adalah 192.168.0.1 dengan subnet mask 255.255.255.0 (bisa memuat client sebanyak 253) dan DHCP server dalam keadaan enabled.
Kolom yang tertera di atas menerangkan bahwa pada port cirkuit PVC1 diberikan port VPI 8 dan PCI 81 dengan ip public 180.245.xxx.xxx, gateway yang diberikan provider 180.245.xxx.xxx, DNS yang digunakan 203.130.288.18, type koneksi PPPoE dan kondisi aliran ADSL signal menandakan UP (lampu ADSL menyala).
Perlu diperhatikan juga keterangan Downstream dan Upstream-nya:

- SNR Margin (signal to noise ratio) adalah kualitas signal ADSL yang diterima modem dengan hantaran media tembaga dan sebagainya. Semakin besar bandwidth yang dialirkan ke modem maka akan semakin memperkecil SNR. Bagusnya downstream di angka minimal 20 db.

- Line Attenuation adalah redaman yang terjadi saat signal ADSL dialirkan pada media tembaga dan sebagainya. Nilai yang bagus adalah down=2db dan up=7 db.

- Data Rate adalah nilai bandwidht yang diterima modem, misalnya Down=1024Kbps Up=256 Kbps

- Max Rate adalah nilai maximum modem adsl dalam menerima bandwidth.

- CRC  (Cyclic Redundancy Check) adalah algoritma untuk memastikan integritas data dan mengecek kesalahan pada suatu data yang akan ditransmisikan atau disimpan.
Perlu diingat:
1. Masing2 aliran data pada modem ADSL bisa berbeda2 tergantung merk modem dan kualitas layanan provider (ISP).
2. Terkadang modem harus dilakukan konfigurasi modulasi untuk menentukan kualitas aliran data, misalnya untuk speedy biasanya memakai ADSL+, ADSL2+ dan G.dmt (terdapat pada menu advanced setup).
3. Jaringan kabel telpon juga sangat menentukan kualitas ADSL, misalnya menempatkan splitter, memparalel telpon, dll haruslah dilakukan oleh teknisi agar kualitas dapat dicapai dengan maksimal.
4. Listrik PLN terkadang mempengaruhi suatu modem tertentu, pakailah stabilizer listrik.

Demikian tutor ini semoga membantu.

3 comments:

  1. Artikel yang bagus,terdapat keterangan dan deskripsi pengertian yang jelas mengenai berbagai fitur modem,thanks uda bagi-bagi pengertiannya ya :-)

    ReplyDelete
  2. TERIMAKASIH BANYAK GAN ATAS TAMBAHAN ILMUNYA

    ReplyDelete